Thursday, February 11, 2016

Si Pelupa (Bagian 4)



“eh? Chintya? Kok kamu ada disini sih?”. Tanyaku pada chintya.
“ kenapa? Ini  kan rumahku. Kamu sendiri kok ada disini?”. Ucapnya yang bertanya lagi.
“ini juga rumahku.”jawabku.
Lalu ada suara mobil yang datang..., keluarlah seorang bapak-bapak yang umurnya sudah tidak muda lagi.
“Papa!!”panggilku.
“Papa? Dia itu Ayahku.”ucap chintya.
“hah! Sebenarnya siapa kamu?”. Tanyaku.
“Ayah! Papa!”. Ucap kami serentak.
“ssst! Nanti akan Ayah atau Papa jelaskan deh! Mari masuk!”. Ucap Papa.
“baiklah!”. Ucap kami dan lagi – lagi serentak.
“kalian ganti baju dulu lalu ke ruang tamu.”. Ucap Papa.
“baik pa/yah!”. Ucap kami yang lagi – lagi serentak.
Setelah itu...
“bagaimana pa ?”. tanyaku.
“biaklah. Dulu saat kalian berumur 5 tahun. Chintya mengalami sakit yang parah, maka dari itu dia menjalani pengobatan bersama Mama di Amerika. Saat dia mulai sehat dia bersekolah di jakarta . Lalu Mama mu meminta chintya pulang ke rumah.” Jelas Papa.
“oh..jadi begitu kami ini kembar ya!”. Ucapku.
Keesokan harinya kami berangkat memulai hari bersama. Aku , Chintya, Mama, dan Papa hanya berempat.
“howwmm...jam berapa sekarang”. Ucap Chintya dengan raut yang lusuh dan mata pandanya.
“sekarang baru jam 5. Sholat sono...”. Ucapku
“iya..iya.. howwmm”. Jawab Chintya.
“Citra...kamu sudah Sholat?”. Tanya Mama.
“tentu sudah donk Ma!”. Ucapku dengan penuh semangat.
“sarapan sudah belum”. Kali ini Papa yang bertanya.
“ya belumlah Pa! Kan belum ada sarapannya”. Jawabku
*SKIP*
 Saat di jalan ke sekolah...
“wah! Aku beneran nggak nyangka kalau kamu punya saudari kembar”. Ucap Serina seraya berjalan dengan santainya.
“aku senang mengetahuinya”. Ucap chintya dengan raut wajah senangnya.
*SKIP*
 Saat di pintu gerbang kami bertiga bertemu dengan Yuki...
“Citra! Citra ...!”. Panggil Yuki.
“ada apa sih Yuki?”. Tanyaku.
“kamu inget nggak PR IPS?”. Tanya Yuki.
“hah! IPS yang mana?”. Tayaku yang kaget dengan hal itu.

Bersambung...
Karya : Mardhotillah fathona tuzzahra

Wednesday, February 10, 2016

Si Pelupa (Bagian 3)


“Apa yang terjadi padaku?”pikirku.
“kamu gak ngerti bahasa inggris ya? Bolehkah aku membantumu.” Ucap chintya dengan wajah polos.
“eh...gak apa – apa kok. Ini pertama kalinya aku dapat nilai nol.”jawabku menjelaskan
“oh kamu kelihatannya anak yang cerdas ya?.”tanya chintya dengan rasa penuh ingin tahu.
“ngak juga kok.”jawabku
“oh...gitu.”ucapnya dengan wajah tenangnya
“Ah! Jangan malu – malu kamu kan jenius!.” Ucap siska yang langsung aja nyeplos.
“Siska, ja..jangan gitu!”.ucapku tak PD.
“apa benar?”tanya chintya
“iya donk dia kan yang kemarin juara 1 dikelas dan umum.”ucap indah dengan begitu bangga sambil memeganggi pundakku.
“wah! Senangnya aku duduk di sebelah sang juara.”ucapnya dengan raut wajah senang.
“nggak gitu juga ah!”jawabku.
          Lalu pelajaran IPA aku merasa senang karena aku...
“selamat ya! Kali ini kamu dapat 100 lagi.” Ucap Ibu Susan.
“wah! Kamu dapat 100 lagi, hebat!!”.ucap chintya.
“nggak juga.”ucapku.
*SKIP*
          Saat pulang....
“ukh! Hari ini aku sangat lelah!”ucapku.
“sabar ya! Hmm.. aku duluan ya! Bye..see you!.”ucap Serina yang searah jalan denganku.
          Lalu aku melihat sesosok manusia (maksudnya orang) yang baru saja kukenal. Ternyata....
Bersambung...
Karya : Mardhotillah fathona tuzzahra

Friday, February 5, 2016

Si Pelupa (Bagian 2)


Karena wajah anak itu yang mirip alias persis banget sama aku
“kok bisa wajah anak itu mirip denganku”.pikirku.
“eh..kok wajahmu..mi..mirip de...de..denganku..”. ucap anak itu wajahnya jadi pucat badannya bergetar seperti menggigil.
“ak..aku pun tak tahu?”.jawabku sambil mengangkat bahu.
“hm..sudahlah silahkan perkenalkan diri”.ucap pak guru dengan suaranya yang lantang itu.
“per...perlenalkan namaku chintya amanda. Panggil saja aku chintya. Aku murid pindahan dari smpn 63 jakarta.”
“kalau begitu silahkan duduk. Hmmm ...duduk dimana ya kamu...oh ya kamu duduk sebangku saja dengan citra. Citra kamu duduk sendirian ya?”. Ucap pak guru.
“ ya, pak!”jawabku.
“te...teri..terima kasih pak guru.”ucap chintya.
“baiklah!kalau begitu bapak akan membagikan hasil ujian MTK kemarin.”ucap pak guru. Setiap satu bulan sekali setiap guru mata pelajaran akan mengadakan ulaangan harian.
“owh!jantungku serasa mau copot..sepertinya aku akan dapat nol lagi deh.”pikirku.
“wah!selamat untuk citra karena hari ini kamu dapat 100.” Ucap pak guru dengan bangga.
“hah!bapak bercanda ya..” ucapku dengan raut wajah tak percaya.
“lho bapak nggak bercanda kok kalau kamu tak mau bapak ganti nih nilainya?..” gurau pak guru.
“e..eh jangan donk pak!”.jawabku.
Pelajaran MTK berlalu dengan menyenangkan bagiku. Lalu saat pergantian jam pelajaran...
 “wah..wah..selamat ya! “ucap Yuki.
“akhirnya penantianku terjawab he..he..he..” ucapku sambil terkekeh.
“selamat ya!”ucap siska,indah,dan serina.
Geng three star pun datang menghampiri kami dengan raut wajah marah...
“eh..jangan sombong ya kamu!!”. Ucap Erika. Hari ini Erika lah yang mendapatkan nilai paling kecil di kelas.
“ih..jangan sirik donk Erika.”. bela serina
“eh..kamu jangan sok jadi pahlawan kesiangan ya!”ucap mirna dengan raut wajah cemberutnya.
“eh... aku nggak kesiangan kok!”balas serina.
“hey! Cepat duduk bu sinta datang!”. Ucap dinda yang sudah mengintai kantor.
“Good morning my student’s!”sapa bu sinta.
“Good morning mem!”sapa kami semua.
“wah ada murid baru ya. What is your name?”tanya bu sinta dengan ramah.
“my name is chintya.”jawab chintya dengan senyum manisnya.
          Bu sinta adalah salah satu guru yang mengajar mata pelajaran bahasa inggris.
“baiklah ibu akan membagi hasil ulangan kemarin”. Kata bu sinta
“wah! Pasti kamu dapat 100 citra”.ucap indah.
“Amiin.”jawabku
“huh..hari ini kamu dapat nilai nol citra. Tidak biasanya apa yang sedang kamu pikirkan?”tanya bu sinta
“hah kok bisa bu? Ibu bercanda ya?”tanyaku.
“ibu tidak bercanda! Sebaliknya ibu kagum padamu Erika kamu berhasil mendapat nilai 100” jawab bu sinta.
“hah kok bisa tak mungkin!”pikirku sambil menundukan kepala
Kenapa aku hari ini!!!
Bersambung...
Karya : Mardhotillah fathona tuzzahra

PANTUN LINGKUNGAN


Kejakarta naik kereta
duduk manis baca koran
bersihkam limgkungan kita
dari sampah dan kotoran

laut tempat berenang ikan
tempatnya luas juga aman
lingkungan sekolah kita hijaukan
tambah asri membuat nyaman

hati hati pada tikus
karena banyak kecelakaan
jika kita peduli lingkungan
menanam bunga ayo galakkan

burung parkit berwarna merah
merah warnanya sangat merona
bumi ini adalah anungrah
jika tak terjaga jadi bencana

badan letih lesu lunglay
makan dulu nasinya matang
jika sampah menyumbat sungai
ketika hujan banjir nya datang

NAMA:DINO ADINATA
KELAS:VIIA

NAMA:TEGAR ERLANGGA
KELAS:VIID

NAMA:WAHYU ARYA FERNANDI
KELAS:VIIA

Monday, February 1, 2016

PUTRI ALOR


Malam itu sang putri bersedih hati.Dia menutup telinganya dari suara jangkrik dan kunang-kunang yg bersenda gurau.Putri menutup mata sehingga ia tak melihat bintang dan bulan yg bersinar.Di pesisir pantai pulau Alor,NTT,ia hanya termenung dalam pejamnya.
            Seorang nelayan yg melihat keadaan Putri merasa khawatir.“Wahai Putri,apakah gerangan yg membuat mu muram malam ini?”
            Putri membuka mata nya pelan-pelan.Matanya berkaca-kaca.          
“Kau tahu apahal yg paling menyedihkan di dunia ini?Seumur hidup ku,Ibunda Ratu tak penah memarahi ku.Tapi,hari ini dia melakukannya kepada ku.Aku begitu sedih.”
            “Apa yg menyebab kan sang Ratu marah kepada mu?”
            Putri menceritakan keluh kesah nya pada seorang Nelayan itu,“Tinggal di Alor adalah suatu kenikmatan bagi ku.“Ujar Putri Alor,sambil bersedih”.“Air laut yg jernih,pasir yg putih,Biota laut yg beragam,di tambah bukit dan pegunungan terjal yg menambah pesona,serta keramahan seluruh Rakyat Ku.Kau pun tahu betapa bahagia nya aku di kelilingi tanah sebelah timur FLORES ini.Tapi Ibunda Ratu yg sedang sakit malah memarahiku.Menurut Ibunda Ratu,Aku terlampau senang bermain dan lupa kewajibanku sebagai Putri di tanah ini.”
            Putri menghela napas sejenak.            
“Dan Putri Berkata Aku Mencintai Alor,itulah sebabnya aku gemar berkeliling.Ibunda Ratu berpikir, aku hanya bermain-main,padahal aku memerhatikn setiap sudut tempat ini dan memastikan tiada cela sedikit pun yg menjadikan pulau rusak.”
            Putri merapikan kain tenunan khas Alor,Kawate yg terjuntai di tubuh nya.sambil mengusap air matanya,ia mengingat nasihat nelayan muda itu.
            Jika berkenan Engkau mendengar kan ku,kembalilah ke Istana dan temui Sang Ratu.Katakan pada nya bahwa penyu hijau masih meletakkan telur-telurnya di dalam pasir Alor yg Putih dan Memesona.Kabarkan tentang Terumbu Karang dan ikan laut yg masih bernapas dalam birunya Alor.Ceritakan pula mengenai bukit yg hijau dan pegunungan terjal nan indah.Sampaikan juga salamku untuk Ratu,ceritakan aku nelayan yg masih dapat bertahan hidup di tanah ini.Kami juga akan menjaga tempat ini sebagaimana engkau menjaganya dengan penuh sukacita.”
            Sang putri sangat senang akan nasihat itu,“Terima kasih nelayan muda,ujar sang putri sambil tersenyum lebar.
            Putri pun bergegas kembali ke istana berbentuk limas dengan empat pilar berbingkai pohon asam.Putri tak sabar ingin menyatakan kepada Ibunda Ratu bahwa ia cinta tanah dan ingin terus menjaga kelestarian lingkungannya,agar tidak rusak dan semakin indah pada masa yg akan datang.Dan aku sangat berterima kasih pada nelayan itu karena telah menberiku nasihat dan Ibunda tak marah lagi pada ku,aku pun senang dan gembira sekali,kami pun hidup ruku dan bahagia bersama rakyat-rakyat ku.

“TAMAT”
KARYA:YUNISA MAHARANI 7A
 DISTRIA SALSABILA 7A


HAMPIR TENGGELAM DI SUNGAI


Namaku Afifa Azahra Roqtuwuallah. Aku tinggal di Jakarta pada saat libur aku di ajak ke desa tanjung jati,muara enim desa tanjung jati adalah kampung kelahiran ayah dan ibuku.
            Disana aku mempunyai sahabat yang bernama Denis Finata Farasita  yang sering di panggil Fita adalah anak yang sederhana. Pekerjaan fita mengembala ternak.
          Umumnya anak kota menganggap remeh anak kampung. Apalagi kalau anak kampung itu tidak sekolah.mulainya aku mempunyai perasaan demikian. Aku menganggap fita tidak ada apa-apanya. Ia seringkali ku ajak berkelahi dan kumaki,tetepi ia tidak pernah melawan.
            Pada suatu sore ak berenang di sunngai.sebaiknya janggan terlalu ke tenggah. Di tenggah arusnya sanggat deras,”ujar fita.”
            Tanpa pikir panjang aku langsung menjawab,”fit,aku ini jago berenang .nilai berenangku saja di sekolah sembilan.

            “nih,lihat !”kataku sambil berenang ke tenggah sungai. Di tenggah-tanggah sungai badanku seperti berputar-putar arus sunggai seakan-akan aku ditarik ke bawah oleh arus itu. Badanku terasa lemas dan air sungai banyak terminum olehku.perutku mulai menggembung penuh air dan aku hampir pingsan.
            Namun, tiba-tiba ada yang menarik tangganku ke tepi sungai. Teryata yang menolongku adalah fita.
            Aku merasa malu terhadap Fita karena bersikap sombong. Didalam hatiku ak bertanya,”aku ini anak yang sombong, sok jago, sok pintar.”
            Sejak itu,aku menyadari bahwa walaupun fita anak kampung hati dan jiwanya mulia. Hatinya lebih baik dan lebih bersih  dari diriku.ia suka menolong orang lain.
            Akhirnya aku meminta maaf kepada fita.
            “maaf kan aku,fit.aku malu karena bersikap sombong aku juga terlalu angkuh dan sering menghianatimu. Sekali lagi, ak mintak maaf.”
            “tidak apa-apa. Aku tidak pernah marah padamu,kok tanpa diminta,aku sudah memaafkan kanmu,”sahut fita tulus.
            “terima kasi,fit,kamu memang teman yang baik ak merasa terharu atas ketulusan fita.sejak peristiwa itu,aku san fita menjadi sahabat.
                                                                                               




                                                                              Karya : rohana fitriani,neta andriani    

ENSIKLOVEPEDIA

“ Jane , gue itu suka banget sama Farel , tapi gimana ya caranya buat dapetin si Farel ? “ tanya Reyna ke sahabatnya , Jane . “ Emm.. gimana ya kalo lo ngirim surat cinta aja ? “ jawab Jane . “ Kayaknya oke tuh “ kata Reyna setuju . “ Jane , gue bacain ya , engkau bagaikan sumber air yang banyak ... “ kata Reyna . “ Eh , lo mau buat sumur apa puisi cinta sih ? “ omel si Jane . “ Yau dah , aku bikin lagi ya “ kata Reyna . “ Udah belom ? “ tanya . “Udah nih , dengerin ya , engkau seperti udara , walaupun tak terlihat namun terasa di hatiku ... ‘  kata Reyna . “ Nah , itu baru cocok tauu “ kata Jane . 

          Keesokan harinya ....

          Reyna  memasukkan suratnya di loker nomor 6 . “ Eh , lo tadikan yang masukin surat ke lokernya Farel ? “ tanya Fifi , gadis yang paling ngesok di SMA itu . “ Iya emangnya kenapa ? “ jawab Reyna dengan cepat . Setelah Reyna agak jauh dari mereka , Fifi dan temennya ngintip Farel buka lokernya . “ Eh , kayaknya Farel gak megang surat tuh “ kata temen Fifi . “ Eh , malahan si Rendy yang megang surat “ kata temennya yang satu lagi
          Upss ... Reyna salah masukin surat , ia masukin surat ke loker nomor 9 yang tadinya terbalik jadinya kayak nomor 6 .
          “ Aduh , gimana nih Jane , gue gak mau sama Rendy . aduh gara-gara salah masukin surat nih  “ omel Reyna . “ Yaudah , terima nasib aja kali ‘ jawab Jane . “ Eh , lo kan yang masukin surat ke loker gue ? “ tanya Rendy saat di perpustakaan . “ Aduh , gawat nih “ kata Reyna dalam hati . “ Nanti lo makan bareng sama gue ya , ntar pulang gue anterin “ kata Rendy . “ i .. iya deh “ kata Reyna gugup .
          Saat pulang sekolah , Reyna mencoba menghindar dari hadapan Rendy . Tapi ops , ketemu juga , Reyna langsung diminta Rendy untuk menaiki motor . Mereka berdua sudah sampai di cafe
          “ Gue terima surat lo tadi , sekarang lo jadi pacar gue ! ‘ kata Rendy menghentak .” Aduh nih orang nembak nggak romantis banget sih “ kata Reyna dalam hati . “ Lo denger nggak ? “ kata Rendy . “ I... ya “ jawab Reyna .
          Saat mereka di perpustakaan ..................
          “ Rey , gue ada hadiah buat lo “ kata Rendy. “ Emm ... kayaknya Rendy romantis juga orangnya “ kata Reyna dalam hati . “ Aku buka ya kadonya “ kata Reyna . “ Ya dibuka aja “ jawab Rendy . Seeetttt... mulai dibuka oleh Reyna . “ Haahh ?????? sarung tinju nggak salah nih ? “ tanya Reyna terkejut . “ Ya , nggak salah lah , entar sore lo kerumah gue ya kita latihan “ kata Rendy . “ i . iya “ kata Reyna
          “ Assalamualaikum ? ‘ Reyna tiba di rumah Rendy . ‘’ Eh , masuk pasti nyariin Rendy kan ? kamu pacarnya Rendy ya ? Reyna kan ? “ tanya ayahnya Rendy . Reyna memandangi foto ibunya Rendy . “ Oh , yang kamu lihat itu mamanya Rendy , beliau sudah meninggal saat Rendy masuk smp “ jelas ayahnya Rendy . “ Oh , mungkin itu yang membuat Rendy jadi lebh galak kalo disekolahan mungkin dia lagi depresi “ kataku berfikir dalam hati . “ Eh ,Reyna udah lama , yuk kita langsung latihan “ ajak Rendy kepada Reyna . Braak ... hop .. mereka mulai latihan , eh tiba- tiba Reyna jatuh , dan Rendy menangkapnya , “ Makanya kalo latihan itu harus serius , dan lo harus bisa bela diri biar nggak diganggu lagi sama gengnya Fifi, “ ujar Rendy . Latihan pun selesai , Reyna langsung pulang.

          Saat di sekolah...


          Braakk .. aduhh Reyna terjatuh karena disandung sama Fifi . “ Eh , apa-apaan lo nyandung cewek gue ? ‘ kata Rendy menengahi . “ Ma .. maaf Ren “ kata Fifi . Rendy itu dikenal orang yang galak dan paling ditakuti sama semua orang di sekolah . Setiap orang yang mengangguku pasti akan ditegur dan dimarahi oleh Rendy . Setiap orang ysng kutegur dan mereka menjauh , bahkan cowok yang kusuka pun , Farel ketika kutegur menjauh dariku , mereka takut kalo akan dimarahi si Rendy .
          Sorenya , Rendy membuka sosmed dan tanpa disengaja , Rendy membaca status si Reyna  yang sudah lama tentang  Reyna salah ngirim suratnya . Hati Rendy sudah mulai marah dengan Reyna .
          “ Ren , ren lo marah ya sama gue ? “ tanya Reyna pelan –pelan . Rendy menjauh . “ Rendy kenapa sih ? “ kata Reyna dalam hati . “ Gue , marah sama lo gara – gara ...

Bersambung......
by: Rahma Yuliana