Saturday, September 19, 2015

Pembagian Sekbid Osis Dan Pembentukan MPK (Majelis Perwakilan Kelas)


Pada hari kamis (17/09/15) di OSIS SMP Negeri 5 Muara Enim mengadakan rapat pembagian Sekbid OSIS masa bakti 2015-2016 sekaligus perencanaan pembentukan MPK (Majelis Perakilan Kelas) SMPN 5 Muara Enim berlasung dilaboratorium SMPN 5 Muara Enim pada jam 02-04 wib.acara dipimpin  oleh pembina osis SMPN 5 Muara Enim, yaitu Yulia Suryadidni s.pd dan Rubi Janto S.Pd.

Pembagian sekbid pada hari itu disaksikan oleh anggota OSIS baru masa bakti 2015-2016 serta para OSIS masa jabatan 2014-2015 tahun lalu.pembagian sekbid osis ini dibagi menjadi sepuluh sekbidt,diantara nya bidang keagaaman,bidang kesehatan,bidang olaraga dan masih banyak lagi.




Acara pembagian sekbib OSIS di sertakan pula pada perencanaan pembentukan mpk,yaitu majelis perwakilan kelas.rencana ny mpk ini akan mengawasi kerjanaya OSIS dan akan menjadi organisasi sekolah yang akan mengawasi semua kegiatan di sekolah. kedudukan MPK ini diatas OSIS dan organisasi lainnya, jadi organisasi seperti OSIS, pramuka, taekondo,seni adalah dibawah pengawasan MPK(majelis perwakilan kelas). anggotagnya terdiri dari 2 orang yang bukan anggota OSIS di setiap kelasnya, jadi anggota MPK yang akan resmi kira-kira berjumlah 28 orang.



Kenapa ?


terinspirasi dari:
"NADIA WULANDARI"


Aku duduk disebuah kursi kosong diruangan gelap
disana aku termenung dan memikirkanmu
termenung dengan tingkah lakumu
terpikir dengan perkataanmu
kau bilang denganku kau sayang denganku
tapi mengapa....??
kau tak memperdulikanku
mengapa kau tak ingin bersanaku..??
mengapa kau tak pernah menggapku ada
padahal aku selalu disampingmu
aku bukan bonekamu...
yang bisa kau mainkan kau butuh
yang bisa kau campakkan saat kau tak butuh
tolong jangan lakukan aku seperti itu
jika kau malu bersamaku
jika kau tak sanggup bersamaku
maka lebih baik kau lupakan aku...


Wednesday, September 16, 2015

Serah Terima Pengurus OSIS Massa Bakti 2014/2015 kepada Pengurus OSIS 2015/2016


Senin (14/09/2015).   Usai Pelaksanaan Upacara Penaikan Bendera ,  dilaksanakan Upacara Serah terima kepengurusan  OSIS  Massa Bakti 2014/2015 ke Pengurus OSIS Baru Massa Bakti 2015/2016.

Serah terima Pengurus OSIS  2014/2015 yang di ketuai (Nadya Wulandari, Kelas IX.A) menyerahkan bendera OSIS kepada ketua OSIS baru yaitu Damara Salsabila dari kelas VIII.B.





 












Acara dilanjutkan dengan pembacaan Sumpah dan janji jabatan pengurus OSIS yang di bacakan oleh kepala SMP Negeri 5 Muara Enim  bapak Drs. Azhari,MM yang di ucapkan ulang oleh seluruh pengurus OSIS baru,  dilanjutkan dengan acara Siraman sebagai tanda  syahnya para pengurus OSIS baru, supaya disetiap tugas mereka berjalan dengan sukses, lancer, dan penuh tanggungjawab.



Acara terakhir salam-salaman dengan dewan guru dan Staff  Tata Usaha, serta pengurus OSIS lama sebagai ucapan SELAMAT pada pengurus OSIS yang baru.




KENANGAN TERINDAH




 Ku tatap bintang diatas langit
Ditemani dengan angin-angin malam
Kunang-kunang berterbangan dimana-mana
Seakan-akan menerangi malam

Bagaikan kenangan terindahku padamu
Senyum yang manis dibibirmu
Tawa yang indah dari mulutmu
Dan kedipan matamu yang menawan hatiku


Sungguh indah kenangan kita dulu 

PEMILIHAN CALON PENGURUS OSIS 2015-2016

Hari ini Minggu (23/8/15) di SMP N 5 Muara Enim mengadakan pemilihan calon osis baru. Yang berminat tahun ini berjumlah 83 orang dari kelas 7 dan 8. Mereka berjuang dengan kuat karna diantara mereka hanya dipilih 40 orang. Karna jam menunjukkan jam 07.00 WIB, maka CASIS (Calon OSIS) dan senior OSIS SMP N 5 Muara Enim mengadakan Apel pagi di sekolah yang dipimpin oleh ketua Osis (Nadya Wulandari) dan di bina oleh Pembina Osis (ibu Yulia Suryadini S.pd).


















            Setelah Apel pagi mereka di latih LTBB (Latihan Teknik Baris-Berbaris), yang dilatih oleh senior OSIS. Mereka di bagi menjadi 6 peleton. Peleton 1 dilatih oleh Silvia Agustina, peleton 2 dilatih oleh Nurul Auliyawati, peleton 3 dilatih oleh Ajeng’s Isyabella Putri, peleton 4 dilatih oleh Nadya Wulandari, peleton 5 dilatih oleh Lisa Damaiyanti, peleton 6 dilatih oleh Opi Handayani. Yang di koordinatori oleh alumni SMP N 5 Muara Enim.
            Kemudian acara dilanjutkan dengan kegiatan perkenalan diri dan visi dan misi mereka masuk Osis. Lalu mereka disuruh istirahat dan menyantap makanan yang mereka bawa sendiri dari rumah. Makanan yang mereka bawa ditukar dengan teman yang bersebelahan. Dengan lahap mereka makan yang hanya duduk dilantai.
            Lalu CASIS melakuka 5 tantangan yaitu, tantangan pertama 2  kali lari keliling lapangan Basket, tantangan kedua jalan jongkok, tantangan ketiga memasukkan 3 orang kedalam jaring laba-laba, tantangan keempat menyanyikan lagu anak-anak dngan huruf belakang nya diganti menjadi huruf O.


            Dan, setelah itu CASIS dikumpulkan di lapangan upacara, membuat suasana hari ini menjadi tegang karena senior alumni Osis membuat skenario drama pendek sebagai perkenalan kakak alumni senior osis dengan ketua osis sebagai korbannya. Setelah itu acara Apel Siang, lalu senior Osis meminta maaf kepada CASIS, Lalu sebelum CASIS pulang dengan kebiasaan Osis yaitu berjabat tangan dengan senior Osis sambil menyanyikan lagu Sayonara.       

Reporter
-Ajeng’s Isyabella Putri (IX.A)
-Silvia Agustina(IX.D)



Tuesday, September 15, 2015

Sebuah perubahan


Namaku  Sasyha, sekarang aku kelas 3 smp. Hari ini aku baru dapat kawan baru namanya  puspa dia satu kelas denganku,dia itu murid baru di kelasku.orangnya cantik,tinggi,putih,rambutnya panjang lagi,aku gak tau dia pendiam atau cerewet karna baru satu hari kenal sama puspa.tapi tadi sempat ada siswa yang bilang aku mirip sama Puspa,mangka nya pas pulang seolah aku langsung duduk dan ngaca lama-lama”mirip dari mana  nya sama Puspa?”walaupun baru kenalan tapi aku saneng temenan sama Puspa,dia itu sopan,dan terutama bisa menghadapi Sasyha yang cerewet ini.sore ini ada eksul di sekolahku dan sebelum perg eskul Puspa mau ke rumahku dulu.

‘tok- tok-tok’ suara orang mengetuk pintu rumahku segera aku membukanya ternyata Puspa sudah datang.
“eh Puspa,masuk yuk!”
“iya sya makasih”
“mau minum apa?”
“ah gak usak repot-repot sya”
“enggak repot kok,kita ke kamarku aja yuk!”
“tapi enggak sopan Sya masuk kamar orang”
“ala aku kan juga udah izinin kamu”
“ya udah kalau gitu”
“yuk!kamarku diatas”
Puspa berjalan menaiki tangga dibelakangku,aku senang karna sepertinya puspa bisa menjadi teman yang baik dan mampu nyimpen rahasia,jadi kalau aku mau curhat kayaknya dia gak bakal membocorkannya,karna sejauh ini aku belum berani curhat sama teman-temanku  setelah kejadian itu.saat itu teman yang paling akrab denganku sukses membuatku malu didepan orang banyak ,dia membocorkan rahasia pribadiku.
‘kriettt’.. suara pintu kamarku terbuka “ini kamarku,ayo masuk” aku mengajak puspa masuk dalam kamarku dan sepertinya puspa agak sedikit kaget melihat kamarku
“wah,kamar kamu bagus banget ya warna pink lagi”
“iya donk,aku kan suka warna pink”
“barang-barang kamu juga cantik-cantik,pasti susah ya mencari barang-barang itu?”
“ah dibilang susah juga enggak,itu mama aku yang beliin pas kami lagi ditempat nenekku”
“oh mama kamu ya”
“iya,aku gak tau lho kalau mamaku beliin aku itu,pas dirumah aku mama nunjukin,kayak supreis gitu dech”
“wah,pasti kamu senang banget,iya kan?”
“iya lah aku senang”

Keesokan hari nya aku dan puspa pergi sekolah barengan,hari ini aku nebeng puspa,tapi besok puspa yang nebeng sama aku.baru aja kita masuk gerbang  ada orang yang iseng godain kita”eh si kembar datang tuh”aku dan Puspa cuman sunyum-senyum aja mendengarnya.
“mereka ada-ada aja ya”
“memangnya kita mirip ya sya?”
“enggak tau juga sih”
“tapi gak apa-apa juga sih kalau kita dikatain orang kembar,hehehe”
“iya juga ya”
“ya udah,kita masuk kelas yuk”
“yuk”
Ternyata bukan hanya diluar kelas,tapi saat kami tiba dikelas kami digodain lagi”eh si kembar datang ni”dan kembali aku cuman senyum-senyum.belum lama kami masuk guru nya udah datang aja dan kalimat itu terdenger untuk ke sekian kali nya”eh sasyha sama Puspa,si kembar”.saat guru mengabsen namaku sasyha malah dipanggil Puspa,bikin kesel aja tau gak,padahal aku tuh paling gak mau di sama-sama in sama orang lain.
Aku dan Puspa sudah berteman selama beberapa bulan,dan hari ini Saat istirahat,untuk pertama kali nya aku dan Puspa gak berengan,Puspa ke perpus sekolah sementara aku pergi ketemu temen-temenku yang lain,ya maklum lah aku mau nunjukin jam tangan terbaru punyaku sama mereka.tapi ternyata mereka ke perpustakaan sekolah,tumben banget kan,jadi nya aku susul mereka ke perpus dan apa yang kulihat?.sumpah hati aku panas banget liat Puspa lagi berbagi buku sama rio,cowok yang selama ini aku incar dan usaha aku buat akrab sama rio ancur gara-gara Puspa.aku mendekat ke arah mereka berdua dan pura-pura riang aja biar gak dikira cemburu
“eh kalian so swett banget,udah jadian ya”
“kamu apaan sih Sya,oarang aku baru kenal sama rio”
“oh”
Dan aku bagai berdiri diatas duri tau gak pas denger kata rio
“eh kamu sya,aku kira puspa ini kamu mangkanya aku kaget pas kamu dateng,abisnya kalian mirip banget sih”kalimat itu cukup membuat aku tersinggung.betapa tidak selama ini aku berusaha untuk dekati rio dan Puspa baru beberapa bulan jadi siswa disini udah sukses deketin rio.kayaknya aku salah tentang Puspa,aku gak seharusnya berteman sama dia.tanpa pikir panjang aku berbalik dan keluar perpustakaan menuju kelasku,setibanya di kelas aku bertanya pada temanku yang duduk di belakang bangku ku “eh memang nya aku sama Puspa mirip ya”
“iya lah,kalian mirip banget tau,udah kayak sodara kembar yang terpisah”
“memangnya mirip dari mananya sih”
“dari tinggi badan,bentuk badan,bentuk muka,dan yang terpenting rambut kalian”
“rambut?memangnya kenapa sama rambut kami”
“rambut kalian itu indah banget,udah lembut,hitam lurus lagi”
“oh gitu ya”
“iya”
Aku kembali ke luar untuk ketemu rio dan kenapa aku harus melihat nya lagi,langkahku terhenti saat aku melihat rio membelai rambut nya Puspa,biasanya hanya rambut ku yang dibelai rio dan rio ta akan berani membelai rambut orang lain selain rambutku dan kini rio membelai rambut Puspa.lama-lama kalau selalu disamain sama Pusap bisa makan hati terus dech aku,aku tak tau kenapa aku menangis,aku tak mau di bandingkan dengan orang lain,aku adalah aku,aku bukan dia dan selama ini belum pernah ada orang yang berani membandingkanku dengan orang lain tapi semenjak ada Puspa mereka berani membandingkanku dengan dia.


Ada satu sahabatku yang benar-benar bisa mengerti aku namanya dimas,dia itu sahabatku dari kecil sampai sekarang,dia benar-benar paham apa yang aku rasakan sekarang ini,dimas membelai rambutku perlahan.
“kamu sabar ya sya!”
“iya mas,makasih”
“rambut kamu lembut banget ya,kayak rambut nya Puspa”
“hah,apa kamu bilang?”
“eh maksud aku rambut kamu halus”
“udah deh mas,gak usah pura-pura.aku denger kok apa yang kamu bilang barusan,apa jangan-jangan kamu suka ya sama Puspa”
“enggak sya,enggak gitu”
Belum selesai dimas bicara aku langsung pergi dan kebetulan sekali bel berbunyi pertanda jam pulang sekolah,untuk pertama kali nya aku enggak pulang bareng Puspa,secepat mungkin aku pulang dan setibanya aku di rumah langsung menuju kamarku,ku hempaskan tas sekolahku,dan ku lemparkan sepatuku,aku bergegas berganti pakaian dan menuju salon.setibanya disalon aku langsung meminta agar mbak salon nya memotong rambutku
“mbak,potong segini ya rambutku”
“tapi dek,sayang lho kalau rambutnya dipotong”
“ala aku gak perduli mbak,nanti juga panjang lagi kok”

Hari ini hari pertama aku sekolah dengan penampilan baru ku,dan kali ini aku gak bareng Puspa dan ketika aku masuk gerbang Puspa juga masuk gerbang
“eh Sasyha,barengan yuk!”
“yuk”
Siswa yag kemaren menggoda kami kembali lagi menggoda kami”eh kok gak kembar lagi sih” dan aku tersenyum lebar dan Puspa menjawab nya
“iya,kami udah gak kembar lagi”
“sekolah ini bakal kehilanagn siswa kembar nya donk,tapi enggak siswa cantik nya,Sasyha lebih cantik kalau rambut pendek”
Tidak seperti biasa nya,pagi ini aku senang banget karna gak akan dipanggil ‘kembar’ lagi dech.
Setibanya di depan kelas dimas dan rio menghampiri kami berdua  tapi aneh nya Puspa tak mereka hampiri padahal dia di samping aku lho,mereka betanya-tanya mengapa aku potong rambutku dan mereka sangat menyayangkan rambutku yang telah  aku potong.tapi aku tak menjawab pertanyaan mereka,aku hanya diam tapi aku tak bisa diam saat Puspa bertanya padaku.
“kamu kenapa potong rambut sya?”
“kamu mau tau kenapa aku potong rambut?”
“iyalah”
“karna aku gak mau di panggil Puspa,aku capek disama-samain sami kamu Pa.aku a adalaha Sasyha bukan Puspa,jadi aku potong rambutku karena mereka bilang rambut       kita sangat mirip”
“karna itu kamu potong rambut,apa kamu malu jika disama-samain dengan aku sya”
“enggak, aku gak malu tapi aku mau orang menganggap aku Sasyha bukan Puspa!”
“ok sya aku bisa ngerti kamu kok,maafin aku ya kalau selama ini aku udah ngambil semua milik kamu”
“enggak kok,aku cuman gak mau disama-samain sama orang lain.aku gak nyalain kamu kalau kamu udah ngambil semua punya aku.kita tetep sahabat kok,kamu masih mau kan pa”
“iy sya aku mau jadi sahabat kamu”
“maafin aku ya kalau akhir-akhir ini aku agak sensi  sama kamu”
“iya,aku ngerti kok”
Kami berpelukan di depan kelas dan banyak orang yang melihat.aku senang karna aku tak salah memilih sahabat,ternyata Puspa memang sahabat yang baik,yang bisa engertiin aku,sikap ku memang aneh tapi inilah aku  Sasyha.
“oh iya, Dimas aku minta maaf ya aku kemaren marah-marah sama kamu”
“iya Sya aku udah maafin kok”

Semenjak hari itu aku dan Puspa makin akrab aja dan kami jadi sahabat yang sesalu berdua,kami tak pernah berpisah kecuali pulang kerumah masing-masing.hehehe