Saturday, August 29, 2015

LUPAIN AJA!!


Pagi itu Risti memasuki gerbang sekolah bersama beberapa temanya, tiba-tiba rambut Risti ada yang menariknya,”aduh”keluh Risti ternyata yang menarik rambut Risti adalah Risky, siswa kelas 3 jurusan akutansi, Risti biasa memanggilnya dengan sebutan kak Risky,karna Risti baru kelas 2. Risky menghampiri Risti untuk sesuatu hal yang pribadi,mereka bercerita cukup lama,sehingga Risti ditingalkan oleh teman-temannya
“Risti,boleh enggak kakak minta nomor ponselmu.?”tanya Risky
“untuk apa kak”tanya Risti
“tidak untuk apa-apa sih”jawab Risky
“oh,nanti aku tuliskan dikertas, tapi istirahat nanti saja aku memberikannya pada kakak” kata Risti
“ya sudah,kakak ke kelas dulu ya”
“ok”jawab Risti singkat

Dengan hati yang girang Risti menuju kelas nya, tiba-tiba ada sahabat Risti yang amat jahil namanya Salsa,Risti saja dibuat terkejut sarna Salsa.Risti menceritakan semua tentang kak Risky pada Salsa
“sa,tadi kak Risky meminta nomor ponselku loh” kata Risti
“enggak nanya”jawab Salsa dengan acuh
“ah Salsa,ayolah aku ingin bercerita padamu”kata Risti sedikit marah
“iya-iya,ceritakanlah,aku akan mendengarkan”kata Salsa
“tadi,kak Risky menghampiriku,lalu meminta nomor ponselku
“lalu,kau berikan??”tanya Salsa
“aku akan memberikannya pada jam istirahat nanti,kau temani aku ya menjenguk kak Risky”pinta Risti
“iya”jawab Salsa singkat

Bel berbunyi,pertanda istirahat, dengan terburu-buru Risti membereskan bukunya dan menarik tangan Salsa
“Risti nanti dulu, aku mau membereskan buku ku dulu.!!”kata Salsa dengan marah
Risti membantu Salsa membereskan buku nya,tapi Risti memasukan buku Salsa ke dalam tas nya tanpa menyusun nya dulu,hal itu membuat Salsa marah,Salsa kan orang yang sangat rapi
“Risti,minta saja temani orang lain,aku tidak mau”bentak Salsa,
Ternyata dibalik sikap jahil Salsa itu juga bisa serius.
“iya sa,aku minta maaf”kata Risti.

Akhinya selesai juga Risti dan Salsa membereskan buku,dengan kuatnya Risti menarik tangan Salsa,
“pelan-pelan Risti nanti kita terjatuh”kata Salsa
“tak ada waktu lagi,nanti bel berbunyi”kata Risti

Akhirnya tiba juga sampai juga didepan kelas kak Risky, Risti memerintahkan Salsa untuk memanggil kak Risky
“sa,tolong ya pangilkan kak Risky”
Karena Risti telah memohon kepada Salsa,akhirnya Salsa memenuhi permintaan Risti.
“baiklah,untuk temanku yg baik,,Risti”
“kak Risky keluar sebentar,ada sesuatu hal”teriak Salsa
Risky pun keluar dari kelas nya
“hem,ada apa Salsa?”tanya Risky
“itu Risti kak” jawab Salsa singkat
“ada apa Risti??”tanya Risky
“ni loh,yang kita bicarakan pagi tadi”jawab Risti
“hah pagi tadi,,memangnya kita bicara apa??”tanya Risky seolah tak tau
Teman-teman Risky yang melihat dan mendengar hal itu,sontak saja tertawa terbahak-bahak.Risti merasa malu karna telah di tertawakan oleh kakak kelasnya sendiri.tanpa pikir panjang sambil menangis Risti mengajak Salsa pergi meninggalkan Risky
“sudahlah Salsa,tidak ada guna nya kita disini,lebih baik kita pergi”
Salsa tercengang,dalam hati Salsa menggerutu “ he dasar,tadi maksa-maksa aku untuk ikut,sampe-sampe buku ku jadi rusak sekarang dengan mudahnya dia mengajakku pergi,kalau saja dia bukan temanku,sudah ku bentak-bentak dia didepan orang banyak’’begitulah runtuk Salsa sambil berjalan.

Risky tak pernah menyangka semuanya akan jadi seperti ini,padahal Risky hanya ingin memberi kejutan pada Risti.

Risti duduk termenung sendirian di mejanya,ia menangis mendengar ucapan Risky yg telah menyakitinya,,perasaannya campur aduk antara benci,sedih,marah,bahkan kesal karna saat ia sedih temannya malah menghilang entah kemana.tapi Salsa memang sedang masa pendekatan dengan siswa kelas 2 jurusan ipa

Risti masih saja duduk di bangkunya sambil menutupi wajahnya yang basah oleh air mata,dan yang membuat Risti semakin kesal adalah perilaku Salsa yang pergi entah kemana,.ya kemana lagi kalu bukan ke perpustakaan,karna di perpustakkan ada cowok kelas 2 Ipa yang sedang mencari buku dan cowok itu lah yang selama ini di idam-idamkan Salsa.

Ketika bel berbunyi 3 kali,Risti pulang terlebih dahulu tanpa menunggu Salsa,tapi untungnya Salsa dapat mengejar langkah Risti yang cepat.sepertinya Risti masih kesal karna kak Risky tadi.
“ris,kamu tumben-tumben amat gak mau bareng aku”tanya Salsa membuka pembicaraan.
“maaf Sal,masalahnya aku masih kesal sama kaka Risky tadi”jawab Risti
“udah deh Ris,berenti ngomongin kaka Risky mulu,banyak kali cowok lain yang
mau dibahas,nggak usah dia donk!”cetus Salsa
“lho..?konapa kamu yang sewot,kan seharusnya aku yang marah sama kak Risky
bukan kamu”  kata Risti
“maaf ris,abisnya aku sebel banget sama RISKY,kan dia udah bikin temen aku
jadi nangis”
“alah,itu sih gak apa-apa kali”jawab Risti
“ok-ok mending skarang kita bicarain soal cowok kelas 2 ipa aja,tadi                                                                                                                                                                       diperpustakkaan aku ketemu dia lho,aduh ganteng banget dech dia,udah tinggi,lucu,mudah bergaul lagi,tipe aku banget tau gak sih”jelas Salsa panjang lebar.
“udah tau namanya belom.?”tanya Risti
“udah,namanya Edy”
“wah,hebat banget ya kamu,gimana sih Sa caranya supaya bisa PD kayak gitu?”
“ah,cuman berani aja lah”
“ajarin aku donk,supaya aku bisa beraniin diri buat bicara sama kak Risky”
“alah,engapain sih banyak kali cowok lain kenapa harus dia?”
“aku cuman pingin tau kenapa kak Risky kayak gitu sama aku?”
“ya udah teserah kamu aja dech,mau ikut enggak aku mau ke kelas 2 ipa?”
“engapain?”
“mau balikin buku nya Edyhehehe”
“kalian udah saling pinjeman buku?”
“enggak sih,tadi pas di perpustakaan  buku nya Edy ketinggalan dan aku yang nemuin, jadi sekarang aku mau balikin buku nya sama dia, pasti dia lagi cariin”
“alaaah modus kamu Sa. Bilang  aja mau ketemu Edy,iya kan?”
“iya sih,ya udah dah Risti”

Salsa melesat dengan cepatnnya meninggalakan Risti menuju kelas 2 ipa,di koridor Salsa berjalan sambil tersenyum sendiri dan Langkah kaki Salsa terhenti saat dia melihat Risky dan Sarah. Salsa melihat dengan seksama apa yang mereka lalukan
“lho itu bukanya Risky cowok yang sesalu dibicarain sama Risti dan itu bukan nya Sarah anak kelas 2 ipa?”
Salsa kembali berjalan menuju kelas 2 IPA namun langkah kaki Salsa cukup pelan karna Salsa masih berusaha mencerna apa yang barusan di saksikan. Akhirnya  tiba lah Salsa di depan pintu kelas 2 ipa, dan tanapa di cari, Edy muncul di belakang Salsa.
“eh Salsa, mau cari siapa sa?”
“cari siapa ya?”
“cari cowok nya ya?”
“enggak lah, kamu tu seneng banget bikin aku jengkel”
“ya kan cuman becanda aja sa,jadi kamu mau cari siapa?”
‘aku cari kamu”
“hah,kamu becanda ya, buat apa cari aku?
“nih buku kamu, tadi ketinggalan di Perpus”
“makasih ya Sa, kamu baik dech”
“iya lah”
“Edy,sarah itu satu kelas kan sma kamu?”
“iya,kenapa?”
“dia itu ada hubungan apa sih sama Risky kelas 3 jurusan akutansi”
‘kamu gak tau ya,mereka kan pacaran”
“hah,pacaran”
“iya lah,kamu kenapa?cemburu?”
“ih enggak lah,buat apa cemburu sama dia,”

Tanpa mereka sadari Risti telah mendengar semua percakapan mereka
“apa,mereka pacaran?”
“eh Risti, siapa yang pacaran?”
“udah deh Sa kamu gak udah pura-pura gak tau kayak gitu,aku udah denger semua nya”

Tanpa pikir panjang Risti meninggalkan Salsa dan Edy menuju kelas nya.
“eh Ris, tungguin donk, bye Edy”
“tunggu Sa, minta nomor penselmu donk”
“Nanti aja pas pulang sekoalh, sekarng lagi darurat nih”
“ok yau udah”

Salsa berlari mengejar langkah Risti
“udah Ris jangan nangis”
“ih ngapain aku nangis buat cowok playboy kampung kaya gitu”
“wih, cepat banget move on nya nih”
“kamu apaan sih Sa,”
“ya udah lah lupain aja tuk cowok, dunia nih luas kok masih banyak cowok yang lebih dari dia’
‘nah betul banget tu sa”

Semenjak hari itu Risky dan Risti tak pernah bertemu lagi walaupun sering berpapasanan.dan nampaknya hubungan Salsa dan Edy semakin dekat saja. Ya….. kemana lagi kalau bukan ketemuan di perpustakaan. Tapi dampak nya Salsa jadi rajin keperpustakaan ya walaupun gak minjem atau baca buku sih, tapi kan lumayan lah nambah-nambah daftar pengunjung perpustakaan hehe..hedan semakin hari Salsa dan Risti makin lengket aja, kemana-mana selalu berdua, mereka selalu berbagi dan saling mengerti, tapi jangan sampe dech saling berbagi cowok, bisa gawat tu.hehehe

Karya : Lisa Damaiyanti
Kelas  : IX.C



0 comments:

Post a Comment